Jumat, 26 April 2013

KUCARI JALAN TERBAIK


Sepanjang kita masih terus begini
Tak kan pernah ada damai bersenandung
Kemesraan antara kita berdua
Sesungguhnya keterpaksaan saja


Senyum dan tawa hanya sekedar saja
Sebagai pelengkap sempurnanya sandiwara
Berawal dari manisnya kasih sayang
Terlanjur kita hanyut dan terbuai

Reff:  Kucoba bertahan mendampingi dirimu
           Walau kadangkala tak seiring jalan
           Kucari dan selalu kucari jalan terbaik
           Agar tiada penyesalan dan air mata.

menawi badhe mirengaken lagu menika kula aturi klik wonten mriki

Senin, 22 April 2013

R.A KARTINI


 Raden Ajeng Kartini atau R.A.KARTINI lahir pada tanggal 21 April 1879 dari ayah bernama Raden Mas Sosrodiningrat yang saat itu masih menjabat sebagai WEDANA di MAYONG Jepara.
Ibunya bernama Mas Ajeng NGASIRAH istri pertama tapi bukan yang utama,karena ibunya bukanlah keturunan bangsawan tinggi ,maka ibunya berpredikat Garwo Ampil (selir) memiliki 8 orang anak 5 putra dan 3 putri, kartini adalah anak ke 5 dari 11 bersaudara (1 ayah 2 ibu).
Yang menjadi istri utama ayahnya adalah RADEN AJENG WOERJAN (MOERJAM) keturunan raja Madura,yang berpredikatsebagai GARWO PADMI (permaisuri)sehingga ayahnya dapat diangkat sebagai BUPATI Jepara sesuai aturan Belanda saat itumenggantikan ayah si garwo padmi memiliki 3 saudara.

Pada masa kecilnya Kartini di panggil ayah/ibunya dengan nama “TRINIL” yaitu seekor burung yang lincah dan cekatan di daerah itu pada masa itu.Jadi nama panggilan itu sesuai dengan sikap dan prilakunya yang lincah,rajin, cekatan dan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Kartini sudah diberi kepercayaan oleh orang tuanya untuk mengurus rumah tangga dan merawat adik-adiknya.

Menginjak masa remaja, Kartini termasuk anak yang pandai,suka belajar dan bergaul dengan teman sebayanya,bahkan pada masa itu Kartini mendapat kesempatan dan diperbolehkan sekolah di EUROPESE LAGERE SCHOOL (ELS) sampai usia 12 tahun, ia seorang yang cerdas. Setelah usia 12 tahun Kartini harus tinggal dirumah (dipingit).Dirumah, karena Kartini pandai berbahasa Belanda ia melakukan korespondensi dengan teman-temannya yang berasal dari Belanda satu diantaranya adalah ROSA ABENDANON,yang banyak mendukungnya dan memberinya berbagai saran dan masukan pengetahuan dan ide-ide.Kartini juga banyak membaca berbagai macam buku-buku,koran,majalah dan bacaan lainnya kesemuanya berbahasa Belanda dan pengaruh buku-buku itulah mempengaruhi hati dan pikirannya untuk memberontak kepada:
1. Kekejaman Belanda terhadap masyarakat Jawa.
2. Kekejaman adat dan tradisi Jawa kepada anak perempuan
Buku yang paling mempengaruhi dan menggugah hati Kartini masa itu adalah MINNEBRIEVEN dan MAX HAVELAAR karya MULTATULI yang berisi tentang :  ORANG JAWA DIANIAYA, AKU AKAN MENGHENTIKANNYA, TUGAS MANUSIA IALAH MENJADI MANUSIA.

Karena beliau lahir dari keluarga bangsawan dan didukung oleh teman-temannya keturunan Belanda, maka secara tidak langsung telah membentuk Kartini menjadi wanita yang moderen dan berpengetahuan yang luas, tak heran pada usianya 20 tahun Kartini telah berani mengemukakan tekadnya untuk membebaskan kaum wanita Indonesia dari tradisi yang mengikat dengandengan menuntut EMANSIPASI WANITA yaitu Kemerdekaan,persamaan hak dan kebebasan seperti laki-laki, Kartini juga ingin mewujudkan cita-citanya melalui perjuangan pendidikan.
.Pada tanggal 12 nopember 1903 Kartini di suruh menikah oleh orangtuanya dengan RADEN ADIPATI JOYODININGRAT Bupati Rembang sebagai istri ketiga dengan syarat :
1. Memberikan kebebasan dan mendukung didirikannya sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor Kabupaten Rembang.
2. Wanita harus setara dengan kaum pria dan tidak diperlakukan semena-mena
3. Hak dan Derajat wanita sama dengan pria baik dalam pendidikan maupun dalam perkawinan.( ref. dara yuan.blc).

Jumat, 29 Maret 2013

Kronologis Proklamasi Kemerdekaan Indonesia


1.Peristiwa Jepang menyerah kepada  Sekutu.
Pada  tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu tanpa syarat.Upacara penyerahan secara resmi dilaksanakan pada 2 September 1945 di kapal Missouri milik amerika Serikat yang sedang merapat di Teluk Tokyo. Sekalipun  dirahasiakan ternyata para pejuang kita terutama para pemuda dengan cepat mengetahuinya.Mereka yang mengetahui berita tersebut adalah para pemuda yang berjuang dan bergerak “ dibawah tanah “ (rahasia ), salah satunya adalah Sutan Syahrir.Tokoh lain ialah Chaerul Saleh ,Abubakar Lubis, Johan Nur, Aidit, Wikana.
2.Perbedaan Pandangan Tentang Proklamasi.Akibat menyerahnya  Jepang  kepada Sekutu, di Indonesia terjadi vacuum of power artnya, tidak ada pemerintah yang berkuasa. Kekosongan itu dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh bangsa Indonesia  untuk segera memproklamasikan kemerdekaannya. Akan tetapi Bung Karno dan Bung Hatta menolaknya. Bung Karno beralasan akan mengadakan pembicaraan dulu dengan PPKI, karena badan inilah yang bertugas mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.
Para pemuda mengadakan dua kali pertemuan untuk membahas sikap Bung Karno dan Bung Hatta yang tidak mau segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Pertemua pertama berlangsung di lembaga Bakteriologi di jalan Pegangsaan  Timur. Pertemuan kedua dilangsungkan di asrama Baperpi di jalan Cikini 71 Jakarta. Dari berbagai rapat itu, mereka memutuskan akan mengasingkan soekarno –Hatta ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh Jepang. Pertemuan itu dipimpin Chaerul Saleh. Rapat memutuskan bahwa mereka akan mengajukan tuntutan yang radikal dan menegaskan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia adalah hak dan persoalan rakyat  Indonesia sendiri. Segala ikatan dan hubungan janji kemerdekaan dari Jepang harus diputuskan.
3. Peristiwa Rengasdengklok.
Puncak pertentangan antara golongan muda dan golonga tua adalah peristiwaterjadinya Rengasdengklok. Pada hari Kamis tanggal 16 Agustus 1945, sekitar pukul 04.00 rombongan para pemuda membawa Ir. Soekarno dan Drs .Moh. Hatta menuju Rengasdengklok. Turut serta dalam rombongan adalah Ibu Fatmawati isteri Bung Karno dan putranya Guntur Soekarno Putra. Rombongan diterima oleh Shudanco Singgih. Mereka ditempatkan dirumah milik seorang Cina benama bernama Djiaw Kie Sung di Desa Rengasdengklok, tidak jauh dari Sungai Citarum.
Mengetahui hal tersebut Ahmad Subarjo mendesak para pemuda agar mengembalikan Soekarno-Hatta ke Jakarta.Ahmad Subarjo memberikan jaminan, bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia  akan dilaksanakan pada tanggal tanggal 17 Agustus 1945, kalau bung Karno dan Bung Hatta dapat kembali saat itu juga.Ahmad Subarjo menyatakan jika sampai pukul 12.00 tanggal 17 Agustus 1945, Proklamasi belum terjadi, nyawanya akan menjadi jaminan.Dengan jaminan itu akhirnya Ir. Soekarno dan Bung Hatta beserta rombongan kembali ke Jakarta.

Selasa, 05 Februari 2013

BPUPKI dan PPKI dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan Indonesia


Pada akhir tahun 1944, kedudukan Jepang pada perang Asia Pasifik semakin terdesak. Untuk menarik simpati  rakyat Indonesia, Perdana Menteri Koiso , menjajikan kemerdekaan  Indonesia dikemudian hari.
Untuk mewujudkan janjinya, Perdana Menteri Koiso pada tanggal 1 Maret 1945 memerintah militer Jepang di Jawa di bawah pimpinan Saiko Syikikan Kumakichi Harada mengumumkan  pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha  Persiapan Kemerdekaan  Indonesia ( BPUPKI). BPUPKI terbentuk pada tanggal 29 April 1945, dengan 62 anggota. Sebagai ketua BPUPKI adalah K.R.T Rajiman Wedyodiningrat .
 BPUPKI setelah pelantikan kemudian melakukan dua kali masa persidangan.
1.Persidangan Pertama.
Persidangan pertama dilakukan pada tanggal 29 Mei -  1 Juni 1945. Sidang membahas tentang asas dan dasar Negara Indonesia merdeka. Beberapa tokoh mengajukan konsep dasar negara. Mereka adalah Muh. Yamin, Dr .Supomo, dan Ir.Soekarno.
Lima asas yang dikemukakan Ir. Soekarno kemudian dikenal dengan istilah Pancasila.Sambil menunggu masa sidang selanjutnya dibentuklah Panitia Kecil. Karena beranggotakan sembilan orang maka disebutlah Panitia Sembilan, dan diketuai oleh Ir. Soekarno.
Tugas Panitia Kecil adalah merumuskan rancangan Undang-Undang Dasar. Tugas Panitia Sembilan selesai tanggal 22 Juni 1945. Hasil rumusannya disebut dengan Piagam Jakarta sesuai dengan nama yang diberikan Muh. Yamin.
2. Persidangan Kedua.
Persidangan kedua dimulai pada tanggal 10 Juli 1945.Sidang ini membahas Rancangan Undang-Undang Dasar termasuk pembukaanya. Untuk itu dibentuk Panitia Perancang Undang-Undang Dasar yang diketuai Ir. Soekarno. Panitia ini menyetujui isi Pembukaan Undang-Undang Dasar yang dibuat oleh Panitia Hukum Dasar.
Dalam akhir persidangan BPUPKI, Ir. Soekarno melaporkan hasil kerja Panitia Perancang Undang-Undang Dasar, adalah sebagai berikut :
a.Pernyataan Indonesia merdeka.
b.Pembukaan Undang-Undang Dasar.
c.Undang-Undang Dasar itu sendiri atau batang tubuh.
Setelah rancangan Undang-Undang Dasar berhasil disusun,selesailah tugas BPUPKI.
 Pada tanggal  7 Agustus 1945 lembaga tersebut dibubarkan.Untuk menangani tugas selanjutnya, dibentuk panitia yang dinamakan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), yang diketuai oleh Ir. Soekarno.PPKI bertugas  mempersiapkan segala sesuatu yang berkenaan dengan pelaksanaan dengan pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Untuk  kepentingan pelantikan PPKI, Ir . Soekarno selakum ketua, Drs.Moh Hatta dan Dr. Rajiman Wedyodiningrat dipanggil oleh Jendral Terauchi, di Dalat. Di Dalat Jendral Terauchi menyerahkan pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia melalui PPKI. Sementara itu , Jepang benar-benar lumpuh dan takluk dalam Perang Asia Pasifik, setelah Amerika Serikat menjatuhkan bom atomnya di kota  Nagasaki dan Hiroshima.

Senin, 04 Februari 2013

BENTUK-BENTUK PERLAWANAN PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG

   Jepang datang di Indonesia dalam rangka mengabarkan Perang Pasifik atau Asia Timur Raya yang merupakan rangkaian dari Perang Dunia II di Blog Timur. Untuk mencari simpati kepada bangsa Indonesia agar mau membantu, Jepang menyatakan diri sebagai sudara tua yang akan member kemerdekaan demi kemakmuran bersama denga n mempopulerkan 3 A. Namun kenyataannya Jepang berlaku sangat kejem terhadap bangsa Indonesia.
 Berdasarkan hal tersebut perjuangan kemerdekaan Indonesia ditempuh denga 3 jalur yaitu.
 a.Kooperasi : tujuan menyelamatkan bangsa Indonesia dari kebengisan Jepang
 b Illegal : tujuan melanjutan perjuangan kemerdekaan.
 c.Perlawanan bersenjata : tujuan mengusir Jepang.
 A.Perlawanan dengan strategi kooperasi :
   Jepang menganiaya, bahkan membunuh terhadap siapa saja yang berani menentang, melarang berdirinya organisasi pergerakan nasional kecuali bentukan Jepang. Seolah-olah Jepang segera akan member kemerdekaan dengan memerintahkan membentuk BPUPKI dan dasar Negara.
 Organisasi berasas kooperatif diantaranya :
-PUTERA ( Pusat Tenaga Rakyat ).
 -Jawa Hokokai (Himpuna Kebaktian Jawa )
 -Majelis Islam A’la Indonesia ( MIAI ) dan Masyumi. -Cuo Sangi In ( Badan Pertimbangan Pusat ). -BPUPKI dan PPKI.
 B.Perlawanan dengan strategi gerakan illegal.
   Untuk melanjutkan perjuangan kemerdekaan ditempuh dengan gerakan tersembunyi yang terorganisasi secara rapi, dengan cara menanamkan semangat juang, dan selalu mengadakan komunikasi dengan gerakan kooperasi.
 Gerakan illegal diantaranya :
1.Kelompok Sutan Syahrir. Kegiatan politiknya memberi kursus meletakkan dasar persiapan kemerdekaan Indonesia bagi kaum terpelajar di : Yogyakarta, Semarang , Bandung, Surabaya, Malang , Cirebon.
 2. Kelompok Kaigun. Ialah perhimpunan pemuda Indonesia yang berhubungn erat dengan kepal perwakilan Angkatan Laut ( Kaigun ) yaitu laksamana Maeda. Mendirikan asrama Indonesia Merdeka di JL. Kebon Sirih 80 Jakarta.Dididik tentang : sejarah, budaya, politik, hokum, bela diri. Tokohnya : Mr. Ahmad Subarjo, A.A Maramis, Wikana, Sudiro, Dr. Buntaran dll.
3.Kelompok Sukarno. Tinggal di Asrama Angkatan Baru, Jl . Menteng 31 Jakarta, ditempa politik oleh : Sukarno, Moh. Hatta, Moh . Yamin, Sunario, Achmd Subarjo.
 4.Kelompok Persatuan Mahasiswa. Terdiri dari mahasiswa kedokteran ( Ikadaikagu , bermarkas di Prapatan 10 Jakarta .Tokohnya : Syarif Thayeb , Eri Sudewa, J. Kunto. Supeno.
 5.Kelompok Amir Syarifuddin. Terdiri dari kelompok pemuda sosialis.
 C.Perlawanan Bersenjata .
   Tindakan Jepang menindas rakyat dan mengeksploitasi sumber daya alam Indonesia menimbulkan keberanian rakyat diberbagai daerah untuk melawan Jepang, diantaranya :
1.Perlawanan Cut Plieng, di Aceh. Dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil seorang guru ngaji. Jepang mengajak damai tetapi ditolak , akhirnya Jepang menyerang Cut Pileng pada tanggal 10 -11- 1942, namun gagal. Baru serangan ketiga berhasil. Tengku Abdul Jalil berhasil meloloskan diri, namun akhirnya tertembak pada waktu sholat.
2.Perlawanan Rakyat Singaparna di Jawa Barat. Dipimpin oleh K.H Zainal Mustofa pemimpin pesantren Sukamanah di Singaparna Jawa Barat, karena dipaksa melakukan seikerei yaitu upacara penghormatan kepada Kaisar Jepang yang dianggap dewa dengan cara membungkukkna badan kea rah timur laut (Tokyo . Ini dianggap menyekutukan Jepang. Perang tak dapat dihindarkan , K.H Zainal ditangkap, dipenjara disiksa dan dihukum mati.
3.Perlawanan rakyat Indramayu, Jawa Barat. Dipimpin oleh H. Madriyas didaerah Lohbener, perang terjadi pada bulan Juli 1944. . Sebab perang karena rakyat dipaksa menyerahkan padi.
 4. Perlawanan rakyat Pontianak, Kalimantan Barat. rencana perlawanan diketahui Jepang, sebaliknya Jepang mengadakan penangkapan dan pembunuhan.
5.Perlawanan Teuku di Aceh . Bulan Nopember 1944 terjadi perlawanan di Aceh pimpinan perwira giyugun (tentara suka rela Jepang ). Teuku Hamid beserta dua peleton anak buahnya melarikan diri dan melawan Jepang, namun gagal karena keluarganya diancam akan dibunuh.
 6.Perlawanan Peta di Blitar. Prajurit Peta di Blitar dipimpin Syodanco ( komandan peleton) Supriyadi. Akibat persiapan kurang matang dan kuran mendapat dukungan rakyat, prajurit Peta banyak yang ditangkap, ada yang dihukum penjara dan mati.
Sea Turtle - Finding Nemo Squirt Swimming